1. Definisi Dukungan Sosial
Berikut ini adalah pendapat tentang dukungan sosial yang dikemukakan oleh para ahli :
a. Sheridan dan Radmacher menekankan pengertian dukungan sosial sebagai sumber daya yang disediakan lewat interaksi dengan orang lain.
b. Siegel menyatakan bahwa dukungan sosial adalah informasi dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memiliki harga diri dan dihargai, serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban bersama (Referensi Kesehatan, 2008).
c. Saronson menerangkan bahwa dukungan sosial dapat dianggap sebagai sesuatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain yang dapat dipercaya.
d. Katc dan Kahn berpendapat, dukungan sosial adalah perasaan positif, menyukai, kepercayaan, dan perhatian dari orang lain yaitu orang yang berarti dalam kehidupan individu yang bersangkutan, pengakuan, kepercayaan seseorang dan bantuan langsung dalam bentuk tertentu.
e. Johnson and Johnson berpendapat bahwa dukungan sosial adalah pemberian bantuan seperti materi, emosi, dan informasi yang berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia (Bow, 2009).
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dukungan sosial adalah bentuk pertolongan berupa materi, informasi, emosi, pengakuan, rasa percaya, yang diberikan kepada seseorang yang membutuhkannya.
2. Bentuk-Bentuk Dukungan Sosial
Sheridan dan Radmacher (1992), Sarafino (1998) serta Taylor (1999) membagi dukungan sosial kedalam lima bentuk. Yaitu :a. Dukungan Materi (tangible assisstance)
Bentuk dukungan ini merupakan penyediaan materi yang dapat memberikan pertolongan langsung seperti pinjaman uang, pemberian barang, makanan serta pelayanan. Bentuk dukungan ini dapat mengurangi stress karena individu dapat langsung memecahkan masalahnya yang berhubungan dengan materi. Dukungan instumental sangat diperlukan terutama dalam mengatasi masalah dengan lebih mudah.
b. Dukungan Pemberian Informasi dan Arahan
Bentuk dukungan ini melibatkan pemberian informasi, saran atau umpan balik tentang situasi dan kondisi individu, Jenis informasi seperti ini dapat menolong individu untuk mengenali dan mengatasi masalah dengan lebih mudah. Bentuk dukungan ini dapat berupa pemberian nasehat, arahan, saran, feed back tentang apa yang sedang dan telah dilakukan seseorang, misalnya pemberian informasi tentang penyakit oleh dokter kepada pasien yang membutuhkannya (Sarafino, 1994 dalam Agustianti, 2006).
c. Dukungan Emosional
Bentuk dukungan ini membuat individu memiliki perasaan nyaman, yakin, diperdulikan dan dicintai oleh sumber dukungan sosial sehingga individu dapat menghadapi masalah dengan lebih baik. Dukungan ini sangat penting dalam menghadapi keadaan yang dianggap tidak dapat dikontrol.
d. Dukungan Pada Harga Diri
Bentuk dukungan ini berupa penghargaan positif pada individu, pemberian semangat, persetujuan pada pendapat induividu, perbandingan yang positif dengan individu lain. Bentuk dukungan ini membantu individu dalam membangun harga diri dan kompetensi.
e. Dukungan Dari Kelompok Sosial
Bentuk dukungan ini akan membuat individu merasa anggota dari suatu kelompok yang memiliki kesamaan minat dan aktifitas sosial dengannya. Dengan begitu individu akan merasa memiliki teman senasib (Referensi Kesehatan, 2008).
3. Sumber Dukungan Sosial
Hause dan Kahn mengemukakan bahwa dukungan sosial dapat dipenuhi dari teman atau persahabatan, keluarga, dokter, psikolog, psikiater. Sedangkan Nicholson dan Antil mengatakan bahwa dukungan sosial adalah dukungan yang berasal dari keluarga dan teman dekat atau sahabat. (Suhita, 2005 dalam Bow, 2009).
Hal senada juga diungkapkan oleh Thorst bahwa dukungan sosial bersumber dari orang-orang yang memiliki hubungan berarti bagi individu seperti keluarga, teman dekat, pasangan hidup, rekan kerja, tetangga, dan saudara (Sofia, 2003 dalam Bow, 2009).
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dukungan Sosial
Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial menurut Reis ada tiga faktor yang mempengaruhi penerimaan dukungan sosial pada individu yaitu:
a. Keintiman
Dukungan sosial lebih banyak diperoleh dari keintiman daripada aspek-aspek lain dalam interaksi sosial, semakin intim seseorang maka dukungan yang diperoleh akan semakin besar.
b. Harga Diri
Individu dengan harga diri memandang bantuan dari orang lain merupakan suatu bentuk penurunan harga diri karena dengan menerima bantuan orang lain diartikan bahwa individu yang bersangkutan tidak mampu lagi dalam berusaha.
c. Keterampilan Sosial
Individu dengan pergaulan yang luas akan memiliki keterampilan sosial yang tinggi, sehingga akan memiliki jaringan sosial yang luas pula. Sedangkan, individu yang memiliki jaringan individu yang kurang luas memiliki ketrampilan sosial rendah (Suhita, 2005 dalam Bow, 2009).
Selain pendapat Reis tersebut, faktor yang berhubungan dengan dukungan sosial juga dikemukakan berdasarkan hasil sebuah penelitian sebagai berikut:
a. Ketersediaan Dukungan
Ketersediaan dukungan sosial ini diukur berdasarkan ketersediaan jaringan sosial. Ketersediaan jaringan sosial ini dinilai berdasarkan jumlah anggota keluarga dan jumlah teman yang dimiliki.
b. Pengungkapan Status
Pengungkapan status ini diukur berdasarkan persentase dari jumlah teman maupun anggota keluarga, di mana ODHA mengungkapkan statusnya kepada orang tersebut.
c. Kepuasan Terhadap Hubungan
Kepuasan terhadap hubungan ini diukur berdasarkan persepsi responden terhadap hubungannya dengan keluarga maupun teman. Pengukuran persepsi ini menggunakan “Skala Likert”, yaitu dengan cara memberikan skor mulai dari Sangat Tidak Memuaskan=1 sampai dengan Sangat Memuaskan=5.
Pada penelitian ini diperoleh informasi bahwa ketersediaan dukungan dan pengungkapan status kepada teman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dukungan sosial yang dirasakan oleh responden, sedangkan kepuasan terhadap hubungan memiliki pengaruh, namun tidak signifikan. Dukungan sosial dari teman yang dirasakan oleh responden hanya berpengaruh secara signifikan pada tingkat depresi responden saja,sedangkan untuk jumlah t-cell dan gejala-gejala fisik yang diderita tidak ada pengaruh yang signifikan. Berbeda halnya dengan ketersediaan dukungan dan pengungkapan status kepada keluarga, ketiga hal tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dukungan sosial yang dirasakan. Dukungan sosial dari keluarga yang dirasakan tersebut berpangaruh secara signifikan pada tingkat depresi dan jumlah t-cell responden, sedangkan untuk gejala-gejala fisik yang diderita tidak ada pengaruhyang signifikan (Brucker P.S., Kimberly J.A., Serovich J.M., 2000.Daftar Pustaka
Agustianti, Dwi, 2007, HubunganDukunganSosialdenganKualitasHidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bandar Lampung, http://www.hubungan+dukungansosial+kualitashidup+ODHA+bandarlampung.html. Diakses 3 Desember 2009.
Bow, Mas. 2009. Apa itu Dukungan Sosial?, http://www.masbow.com/2009/08/apa-itu-dukungan-sosial.html. Diakses 24 Maret 2010.
Brucker P.S., Kimberly J.A., Serovich J.M.. Barriers To Social Support For Persons Living With HIV/AIDS AIDS Care Journals. 2000 : Vol12, No. 5, pp. 651-662. Available at : http://ehe.osu.edu/hdfs/projectoffice/publications/downloads/barriers-to-social-support-for-persons-living-hiv-aids.pdf. Diakses 13 Mei 2010.
ReferensiKesehatan. 2008. Dukungan Sosial. http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/dukungan-sosial/, diakses 24 Maret 2010.
Berikut ini adalah pendapat tentang dukungan sosial yang dikemukakan oleh para ahli :
a. Sheridan dan Radmacher menekankan pengertian dukungan sosial sebagai sumber daya yang disediakan lewat interaksi dengan orang lain.
b. Siegel menyatakan bahwa dukungan sosial adalah informasi dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memiliki harga diri dan dihargai, serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban bersama (Referensi Kesehatan, 2008).
c. Saronson menerangkan bahwa dukungan sosial dapat dianggap sebagai sesuatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain yang dapat dipercaya.
d. Katc dan Kahn berpendapat, dukungan sosial adalah perasaan positif, menyukai, kepercayaan, dan perhatian dari orang lain yaitu orang yang berarti dalam kehidupan individu yang bersangkutan, pengakuan, kepercayaan seseorang dan bantuan langsung dalam bentuk tertentu.
e. Johnson and Johnson berpendapat bahwa dukungan sosial adalah pemberian bantuan seperti materi, emosi, dan informasi yang berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia (Bow, 2009).
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dukungan sosial adalah bentuk pertolongan berupa materi, informasi, emosi, pengakuan, rasa percaya, yang diberikan kepada seseorang yang membutuhkannya.
2. Bentuk-Bentuk Dukungan Sosial
Sheridan dan Radmacher (1992), Sarafino (1998) serta Taylor (1999) membagi dukungan sosial kedalam lima bentuk. Yaitu :a. Dukungan Materi (tangible assisstance)
Bentuk dukungan ini merupakan penyediaan materi yang dapat memberikan pertolongan langsung seperti pinjaman uang, pemberian barang, makanan serta pelayanan. Bentuk dukungan ini dapat mengurangi stress karena individu dapat langsung memecahkan masalahnya yang berhubungan dengan materi. Dukungan instumental sangat diperlukan terutama dalam mengatasi masalah dengan lebih mudah.
b. Dukungan Pemberian Informasi dan Arahan
Bentuk dukungan ini melibatkan pemberian informasi, saran atau umpan balik tentang situasi dan kondisi individu, Jenis informasi seperti ini dapat menolong individu untuk mengenali dan mengatasi masalah dengan lebih mudah. Bentuk dukungan ini dapat berupa pemberian nasehat, arahan, saran, feed back tentang apa yang sedang dan telah dilakukan seseorang, misalnya pemberian informasi tentang penyakit oleh dokter kepada pasien yang membutuhkannya (Sarafino, 1994 dalam Agustianti, 2006).
c. Dukungan Emosional
Bentuk dukungan ini membuat individu memiliki perasaan nyaman, yakin, diperdulikan dan dicintai oleh sumber dukungan sosial sehingga individu dapat menghadapi masalah dengan lebih baik. Dukungan ini sangat penting dalam menghadapi keadaan yang dianggap tidak dapat dikontrol.
d. Dukungan Pada Harga Diri
Bentuk dukungan ini berupa penghargaan positif pada individu, pemberian semangat, persetujuan pada pendapat induividu, perbandingan yang positif dengan individu lain. Bentuk dukungan ini membantu individu dalam membangun harga diri dan kompetensi.
e. Dukungan Dari Kelompok Sosial
Bentuk dukungan ini akan membuat individu merasa anggota dari suatu kelompok yang memiliki kesamaan minat dan aktifitas sosial dengannya. Dengan begitu individu akan merasa memiliki teman senasib (Referensi Kesehatan, 2008).
3. Sumber Dukungan Sosial
Hause dan Kahn mengemukakan bahwa dukungan sosial dapat dipenuhi dari teman atau persahabatan, keluarga, dokter, psikolog, psikiater. Sedangkan Nicholson dan Antil mengatakan bahwa dukungan sosial adalah dukungan yang berasal dari keluarga dan teman dekat atau sahabat. (Suhita, 2005 dalam Bow, 2009).
Hal senada juga diungkapkan oleh Thorst bahwa dukungan sosial bersumber dari orang-orang yang memiliki hubungan berarti bagi individu seperti keluarga, teman dekat, pasangan hidup, rekan kerja, tetangga, dan saudara (Sofia, 2003 dalam Bow, 2009).
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dukungan Sosial
Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial menurut Reis ada tiga faktor yang mempengaruhi penerimaan dukungan sosial pada individu yaitu:
a. Keintiman
Dukungan sosial lebih banyak diperoleh dari keintiman daripada aspek-aspek lain dalam interaksi sosial, semakin intim seseorang maka dukungan yang diperoleh akan semakin besar.
b. Harga Diri
Individu dengan harga diri memandang bantuan dari orang lain merupakan suatu bentuk penurunan harga diri karena dengan menerima bantuan orang lain diartikan bahwa individu yang bersangkutan tidak mampu lagi dalam berusaha.
c. Keterampilan Sosial
Individu dengan pergaulan yang luas akan memiliki keterampilan sosial yang tinggi, sehingga akan memiliki jaringan sosial yang luas pula. Sedangkan, individu yang memiliki jaringan individu yang kurang luas memiliki ketrampilan sosial rendah (Suhita, 2005 dalam Bow, 2009).
Selain pendapat Reis tersebut, faktor yang berhubungan dengan dukungan sosial juga dikemukakan berdasarkan hasil sebuah penelitian sebagai berikut:
a. Ketersediaan Dukungan
Ketersediaan dukungan sosial ini diukur berdasarkan ketersediaan jaringan sosial. Ketersediaan jaringan sosial ini dinilai berdasarkan jumlah anggota keluarga dan jumlah teman yang dimiliki.
b. Pengungkapan Status
Pengungkapan status ini diukur berdasarkan persentase dari jumlah teman maupun anggota keluarga, di mana ODHA mengungkapkan statusnya kepada orang tersebut.
c. Kepuasan Terhadap Hubungan
Kepuasan terhadap hubungan ini diukur berdasarkan persepsi responden terhadap hubungannya dengan keluarga maupun teman. Pengukuran persepsi ini menggunakan “Skala Likert”, yaitu dengan cara memberikan skor mulai dari Sangat Tidak Memuaskan=1 sampai dengan Sangat Memuaskan=5.
Pada penelitian ini diperoleh informasi bahwa ketersediaan dukungan dan pengungkapan status kepada teman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dukungan sosial yang dirasakan oleh responden, sedangkan kepuasan terhadap hubungan memiliki pengaruh, namun tidak signifikan. Dukungan sosial dari teman yang dirasakan oleh responden hanya berpengaruh secara signifikan pada tingkat depresi responden saja,sedangkan untuk jumlah t-cell dan gejala-gejala fisik yang diderita tidak ada pengaruh yang signifikan. Berbeda halnya dengan ketersediaan dukungan dan pengungkapan status kepada keluarga, ketiga hal tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dukungan sosial yang dirasakan. Dukungan sosial dari keluarga yang dirasakan tersebut berpangaruh secara signifikan pada tingkat depresi dan jumlah t-cell responden, sedangkan untuk gejala-gejala fisik yang diderita tidak ada pengaruhyang signifikan (Brucker P.S., Kimberly J.A., Serovich J.M., 2000.Daftar Pustaka
Agustianti, Dwi, 2007, HubunganDukunganSosialdenganKualitasHidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bandar Lampung, http://www.hubungan+dukungansosial+kualitashidup+ODHA+bandarlampung.html. Diakses 3 Desember 2009.
Bow, Mas. 2009. Apa itu Dukungan Sosial?, http://www.masbow.com/2009/08/apa-itu-dukungan-sosial.html. Diakses 24 Maret 2010.
Brucker P.S., Kimberly J.A., Serovich J.M.. Barriers To Social Support For Persons Living With HIV/AIDS AIDS Care Journals. 2000 : Vol12, No. 5, pp. 651-662. Available at : http://ehe.osu.edu/hdfs/projectoffice/publications/downloads/barriers-to-social-support-for-persons-living-hiv-aids.pdf. Diakses 13 Mei 2010.
ReferensiKesehatan. 2008. Dukungan Sosial. http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/dukungan-sosial/, diakses 24 Maret 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar