Menurut Beaglehole (WHO), tingkat pencegahan terbagi atas:
1. Primordial Prevention
2. Primary Prevention
3. Secondary Prevention
4. Tertiarry Prevention
Sedangkan menurut Leavel dan Clark,tingkat pencegahan terdiri atas:
1. Health Promotion
2. Specifict Protection
3. Early Diagnosis
4. Disability Limitation
5. Rehabilition
Jika kedua pendapat tersebut digabungkan dalam pencegahan HIV dan AIDS,gambarannya dapat kita lihat sebagai berikut:
1. Premordial Prevention
Dalam premordial prevention ini, hal yang dapat kita lakukan dalam pencegahan terhadap HIV dan AIDS adalah dengan memantapkan status kesehatan, agar tidak terserang HIV. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam pemantapan kesehatan yakni, pemantapan pengetahuan mengenai HIV dan AIDS agar kita dapat menghindari hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam hal tersebut, menjaga imunitas, dan bergaul dengan orang-orang yang tepat, namun jangan sampai menutup diri terhadap ODHA (jauhi virusnya, bukan orangnya) karena mereka membutuhkan dukungan dari kita, dengan dukungan yang memberikan makna dan kepuasan bagi ODHA, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kualitas hidupnya.
2. Primary Prevention
a. Health Promotion
Dalam health promotion ini, dilakukan penyuluhan mengenai HIV dan AIDS yang terkait dengan dampaknya, cara penularannya, pencegahan penularannya, dan lain sebagainya, dapat pula dilakukan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai HIV dan AIDS melalui media massa maupun melalui kampanye-kampanye, namun yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah menjauhi virusnya, bukan orangnya.
b. Specifict Protection
World Health Organisation (WHO) merekomendasikan program ABCDE untuk upaya pencegahan HIV dan AIDS, yaitu:
1) Absetinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.
2) Be Faithful, artinya jika sudah menikah hanya melakukan seks dengan pasangan saja.
3) Condom, artinya jika memasang cara A dan B tidak bisa dipatuhi, maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.
4) Drugs, artinya tolak penggunaan Napza.
5) Equipment, artinya jangan memakai jarum suntik secara bersama-sama dan tidak steril.
3. Secondary Prevention
a. Early Diagnosis and Promp and Treatment
Dalam pencegahan tingkat ini, yang dilakukan adalah melakukan Voluntarily Conseling Test (VCT) untuk mengetahui status HIV, jika hasilnya testnya adalah positif, maka ikuti dan patuhilah Terapi Antiretroviral (Terapi ARV). Selanjutnya, periksakanlah jumlah CD4 secara berkala (sesuai dengan yang dianjurkan) guna mengevaluasi diri agar tetap mempertahankan CD4 melalui usaha-usaha tertentu.
b. Disability Limitation
Hal yang dilakukan dalam pencegahan ini adalah dengan:
1) Program Harm Reduction melalui terapi methadone bagi Injection Drug Users (IDU's)
2) Pengobatan terhadap infeksi oportunistik
3) Pemberian dukungan sosial yang sesuai, bermakna, dan memberikan kepuasan bagi ODHA agar berdampak positif bagi kualitas hidupnya.
4. Tertiarry Prevention
Pada tingkat pencegahan ini, hal yang dilakukan adala dengan Rehabilitation (rehabilitasi), rehabilitasi penderita HIV dan AIDS ini dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah (saat ini telah dikembangkan dan banyak dilaksanakan program home based care bagi penderita HIV dan AIDS).
1. Primordial Prevention
2. Primary Prevention
3. Secondary Prevention
4. Tertiarry Prevention
Sedangkan menurut Leavel dan Clark,tingkat pencegahan terdiri atas:
1. Health Promotion
2. Specifict Protection
3. Early Diagnosis
4. Disability Limitation
5. Rehabilition
Jika kedua pendapat tersebut digabungkan dalam pencegahan HIV dan AIDS,gambarannya dapat kita lihat sebagai berikut:
1. Premordial Prevention
Dalam premordial prevention ini, hal yang dapat kita lakukan dalam pencegahan terhadap HIV dan AIDS adalah dengan memantapkan status kesehatan, agar tidak terserang HIV. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam pemantapan kesehatan yakni, pemantapan pengetahuan mengenai HIV dan AIDS agar kita dapat menghindari hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam hal tersebut, menjaga imunitas, dan bergaul dengan orang-orang yang tepat, namun jangan sampai menutup diri terhadap ODHA (jauhi virusnya, bukan orangnya) karena mereka membutuhkan dukungan dari kita, dengan dukungan yang memberikan makna dan kepuasan bagi ODHA, hal tersebut akan berdampak positif terhadap kualitas hidupnya.
2. Primary Prevention
a. Health Promotion
Dalam health promotion ini, dilakukan penyuluhan mengenai HIV dan AIDS yang terkait dengan dampaknya, cara penularannya, pencegahan penularannya, dan lain sebagainya, dapat pula dilakukan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai HIV dan AIDS melalui media massa maupun melalui kampanye-kampanye, namun yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah menjauhi virusnya, bukan orangnya.
b. Specifict Protection
World Health Organisation (WHO) merekomendasikan program ABCDE untuk upaya pencegahan HIV dan AIDS, yaitu:
1) Absetinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.
2) Be Faithful, artinya jika sudah menikah hanya melakukan seks dengan pasangan saja.
3) Condom, artinya jika memasang cara A dan B tidak bisa dipatuhi, maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.
4) Drugs, artinya tolak penggunaan Napza.
5) Equipment, artinya jangan memakai jarum suntik secara bersama-sama dan tidak steril.
3. Secondary Prevention
a. Early Diagnosis and Promp and Treatment
Dalam pencegahan tingkat ini, yang dilakukan adalah melakukan Voluntarily Conseling Test (VCT) untuk mengetahui status HIV, jika hasilnya testnya adalah positif, maka ikuti dan patuhilah Terapi Antiretroviral (Terapi ARV). Selanjutnya, periksakanlah jumlah CD4 secara berkala (sesuai dengan yang dianjurkan) guna mengevaluasi diri agar tetap mempertahankan CD4 melalui usaha-usaha tertentu.
b. Disability Limitation
Hal yang dilakukan dalam pencegahan ini adalah dengan:
1) Program Harm Reduction melalui terapi methadone bagi Injection Drug Users (IDU's)
2) Pengobatan terhadap infeksi oportunistik
3) Pemberian dukungan sosial yang sesuai, bermakna, dan memberikan kepuasan bagi ODHA agar berdampak positif bagi kualitas hidupnya.
4. Tertiarry Prevention
Pada tingkat pencegahan ini, hal yang dilakukan adala dengan Rehabilitation (rehabilitasi), rehabilitasi penderita HIV dan AIDS ini dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah (saat ini telah dikembangkan dan banyak dilaksanakan program home based care bagi penderita HIV dan AIDS).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar